Bertempat di aula Hotel Multazam Solo, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Bidang Pendidikan Dewan Dakwah resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah, Ustadz Dr. Imam Zamroji, MA. Diikuti oleh 117 orang pimpinan lembaga pendidikan Dewan Da’wah dari berbagai daerah, Mukernas ini berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (04-05/02).
Ustadz Imam dalam sambutannya menjelaskan bahwa Dewan Da’wah didirikan oleh tokoh umat sekaligus tokoh pendiri negeri ini. Diantaranya Dr. Mohammad Natsir sebagai pencetus NKRI dan Prof. Dr. HM Rasjidi sebagai Menteri Agama pertama RI. Juga tokoh Dewan Da’wah, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Ia juga menjelaskan bahwa program Pelatihan Da’i Nasional merupakan warisan para pendahulu Dewan Da’wah. Karena mereka meyakini bahwa salah satu cara merawat kemerdekaan adalah dengan menggelorakan da’wah dalam arti membina dan memperkuat umat agar menjadi orang-orang bertaqwa.
“Jika umat sudah menjadi orang-orang bertaqwa maka Allah akan membukakan keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi.” Terang Ustadz Imam.
Tujuan ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional, sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam UU Sisdiknas yakni mejadikan anak didik yang beriman dan bertakwa juga berakhlakul Karimah.
Maka itu ia mengajak kepada para peserta Mukernas agar menjadikan arena Mukernas ini untuk meneguhkan arah dan tujuan pendidikan di lembaga masing-masing sesuai dengan tujuan da’wah dan tujuan pendidikan nasional di atas.
Sementara Ketua Bidang Pendidikan Dewan Dakwah, Ustadz Dr. Ujang Habibi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa alasan pemilihan Solo sebagai tempat Mukernas karena Dewan Da’wah Solo Raya telah memiliki satuan pendidikan yang cukup lengkap, dari mulai PAUD sampai Pendidikan Tinggi.
“Semoga hal tersebut bisa menginspirasi para peserta dari daerah lain,” ujarnya.
Dr. Ujang juga menjelaskan hingga kini sudah ada 108 lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Mukernas ini bertujuan agar semua lembaga pendidikan tersebut komitmen untuk menghasilkan kader da’i.
Ia juga menyampaikan bahwa acara ini dapat terselenggara berkat kerjasama dengan Bamuis BNI.
“Dengan Bamuis BNI ini sudah sering Dewan Da’wah mengadakan acara seperti ini, kami ucapkan terimakasih kepada Bamuis BNI,” ujarnya.
Ustadz Sholahuddin Sutowijoyo, Ketua Dewan Da’wah Solo Raya, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan kepada Dewan Da’wah Solo Raya untuk menggelar acara nasional ini. Ia juga mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada para peserta yang sudah datang dari berbagai tempat. Terakhir ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan selama berlangsungnya acara ini.
Selanjutnya, Ikhwan Sapto Darmono, Camat Kartasura, dalam sambutannya juga mengucapkan selamat datang kepada para peserta. Ia menjelaskan tentang keunikan Kartasura sebagai sebuah kecamatan yang memiliki Markas Kopasus, dua universitas besar dan lima rumah sakit.
Prof. Amin Suma, sebagai perwakilan dari Bamuis BNI, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat (tahniah) atas terselenggaranya acara Mukernas ini. Ia menjelaskan bahwa kerjasama Bamuis BNI dengan Dewan Da’wah sudah lama berjalan. Hal itu terjadi karena kedua pihak sama-sama memiliki tujuan untuk izzul Islam wal muslimin. Karena itu ia mengenal tokoh-tokoh Dewan Da’wah dari mulai Bapak M Natsir, Bapak Anwar Haryono, Bapak Hussein Umar sampai kepada Bapak Mohammad Noer.
Terakhir Prof Amin mengajak Dewan Da’wah untuk taawun dalam Da’wah sehingga program Pelatihan Da’i ini dapat terus berjalan.

Pameran ini menampilkan dokumentasi visual perjuangan tokoh-tokoh Islam yang memiliki peran penting dalam proses revolusi dan pembentukan Republik Indonesia.
Sementara itu, penulis dan peneliti sejarah Pizaro Gozali Idrus menegaskan bahwa tokoh-tokoh Islam memiliki kontribusi yang sangat menentukan dalam membentuk fondasi Republik Indonesia, baik secara politik, moral, maupun kebangsaan.
Hadi yang juga Founder Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamaddun menambahkan, pameran ini direncanakan menjadi program utama Perpustakaan Dewan Dakwah, yang akan dijalankan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai komunitas literasi dan sejarah.

Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Bapak Prof. Waryono Abdul Ghofur sangat mengapresiasi program-program yang sudah dijalankan oleh Dewan Dakwah melalui Laznas Dewan Dakwah dan Badan Wakaf Dewan Dakwah.
Rapat Kerja Pengurus dibuka oleh Sekretaris Umum Dewan Dakwah, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM secara formal dengan membaca doa. Ketua Umum Dewan Dakwah, Dr. Adian Husaini, M.Si., melanjutkan dengan memberikan sambutan dan arahan terkait Rapat Kerja Pengurus 2026. Diantaranya, Dewan Dakwah harus semakin mengokohkan jati diri sebagai Lembaga Dakwah dan Pendidikan.
“Fokus Program di Kluster ini harus bisa menjadi kanal Dakwah Binaan dan Difaan. Bidang Penempatan dan Pembinaan Dai serta PERSADA (Persatuan Dai Dewan Dakwah) menjadi ujung tombak dari kedua hal tersebut, maka pendataan dai dengan target 10.000 menjadi fokus kita. Dalam hal fatwa, Majelis Fatwa Dewan Dakwah diharapkan menjadi lembaga yang mampu menjawab kebutuhan umat. Pusat Kajian dan Ghazwul Fikri Dewan Dakwah, diharapkan fokus untuk menajamkan Lima Fungsi Dewan Dakwah, Fatwa Kebangsaan dan Khittah Dakwah yang sudah ada.” Ungkap Dr. Adian Husaini
Rombongan yang berjumlah 23 orang peserta ini dipimpin langsung oleh Ust. Farid Ahmad Okbah, Lc,. MA., pimpinan Ma’had Al Islam. Disambut oleh Pimpinan Dewan Dakwah. Diantaranya Dr. Ahmad Misbahul Anam, Wakil Ketua Umum, Ustadz Muhsin, MK, Ketua Persatuan Da’i Dewan Da’wah (PERSADA), Dr. Agusman, Ketua Bidang Bina Masjid, Pesantren dan Kampus (MPK) serta H. Heri Syahmuda Sitorus, M.Sos, Sekretaris Bidang Bina MPK.
Silaturahmi ini merupakan bagian dari penguatan materi lapangan bagi Peserta Daurah untuk lebih memahami dan menghayati gerakan dakwah seperti Dewan Dakwah.