Jakarta — Perpustakaan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menggelar Pameran Foto Sejarah Pahlawan Islam Indonesia dengan tema “Indonesia dalam Lensa Waktu; Dari Revolusi Hingga Kemerdekaan” pada Ahad (25/1/2026).
Pameran ini menampilkan dokumentasi visual perjuangan tokoh-tokoh Islam yang memiliki peran penting dalam proses revolusi dan pembentukan Republik Indonesia.
Kepala Biro Perpustakaan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Hadi Nur Ramadhan, mengatakan bahwa pameran ini tidak sekadar menghadirkan arsip masa lalu, tetapi juga merekam jejak perjuangan dan pengorbanan yang membentuk Indonesia hingga hari ini.
“Pameran foto-foto sejarah ini bukan sekadar masa lalu—ia adalah jejak perjuangan dan pengorbanan yang membentuk Indonesia hari ini,” ujar Hadi.
Sejarawan muda asal Betawi tersebut menjelaskan bahwa melalui foto-foto bersejarah yang ditampilkan, pengunjung diajak menelusuri peran besar para Pahlawan Islam Indonesia dari masa revolusi hingga kemerdekaan.
“Melalui foto-foto bersejarah, kita diajak menelusuri peran besar para Pahlawan Islam dari masa revolusi hingga kemerdekaan. Belajar dari sejarah menjadi penting untuk meneguhkan jati diri umat dan memperkuat ketahanan nasional Republik Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, penulis dan peneliti sejarah Pizaro Gozali Idrus menegaskan bahwa tokoh-tokoh Islam memiliki kontribusi yang sangat menentukan dalam membentuk fondasi Republik Indonesia, baik secara politik, moral, maupun kebangsaan.
“Tokoh-tokoh Islam bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi aktor utama dalam lahir dan bertahannya Republik Indonesia. Mereka berperan besar dalam membangun arah, nilai, dan etika bernegara,” kata anggota Majelis Pakar Dewan Da’wah ini.
Menurut Pizaro, salah satu figur sentral yang kerap luput dari narasi arus utama adalah Mohammad Natsir, yang dinilainya sebagai peletak fondasi moral bagi politik luar negeri Indonesia.
“Natsir bukan hanya negarawan, tetapi juga pemikir yang meletakkan dasar etika politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif—berdiri di atas prinsip kemerdekaan, keadilan, dan solidaritas antikolonial,” jelas kandidat doktor yang sedang meneliti konsep politik luar negeri Mohammad Natsir ini.
Hadi yang juga Founder Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamaddun menambahkan, pameran ini direncanakan menjadi program utama Perpustakaan Dewan Dakwah, yang akan dijalankan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai komunitas literasi dan sejarah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda Indonesia, agar lebih mengenal dan menghargai kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam perjalanan bangsa.
Pameran foto sejarah ini terbuka untuk umum dan menjadi salah satu upaya literasi sejarah dalam merawat ingatan kolektif serta memperkuat kesadaran kebangsaan.
Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
Ayo dukung gerakan da’wah Dewan Da’wah melalui no rekening BSI 728 2020 728.
