Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) melalui Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir kembali menggelar program tahunan Kafilah Dakwah 2026. Program ini akan mengirimkan ratusan da’i dan da’iyah muda ke berbagai pelosok Indonesia hingga wilayah luar negeri untuk melakukan pembinaan umat selama Ramadan.
Pada tahun ini, 171 da’i dan da’iyah akan disebarkan ke 125 titik dakwah yang tersebar di 31 provinsi di Indonesia serta dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Timor Leste. Wilayah sasaran meliputi daerah pedalaman, perbatasan, dan kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang masih membutuhkan penguatan pembinaan keislaman.
Program Kafilah Dakwah bukan sekadar pengiriman dai secara teknis, tetapi merupakan kerja dakwah yang dibangun di atas komitmen, keseriusan, dan kebersamaan. Dalam buku “Selamatkan Indonesia Dengan Dakwah” karya Ustadz Syuhada Bahri (Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia periode 2010-2015), ditegaskan bahwa kegagalan dakwah sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya ilmu, melainkan pudarnya komitmen, hilangnya kesungguhan, serta retaknya kebersamaan para pengemban dakwah.
Dakwah, dalam pandangan Ustadz Syuhada, adalah kewajiban yang berlandaskan keikhlasan dan tujuan mencari ridha Allah semata. Ketika dakwah dilepaskan dari ruh ikhlas dan kesadaran ibadah, ia akan kehilangan daya hidupnya. Karena itu, para da’i Kafilah Dakwah dibekali bukan hanya kemampuan retorika, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan akhlak untuk hidup bersama umat dan melayani mereka dengan penuh kesabaran.
Selain komitmen, dakwah juga menuntut keseriusan dan kerja cerdas. Dakwah tidak cukup dijalankan secara reaktif dan spontan, tetapi harus direncanakan dengan matang, memahami kondisi masyarakat, serta berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah. Inilah yang menjadi prinsip kerja Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir, di mana para da’i disiapkan untuk menjalankan program pembinaan yang menyentuh aspek ibadah, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat selama Ramadan.
Lebih dari itu, dakwah tidak mungkin berhasil jika dijalankan secara individual dan terpisah. Kebersamaan dalam dakwah menjadi kunci utama. Tanpa sinergi, dakwah akan mudah dilemahkan dan terpecah. Kafilah Dakwah hadir sebagai wujud kerja kolektif, di mana para da’i bergerak dalam satu barisan, saling menguatkan, dan membawa misi consideredak yang sama: menghadirkan Islam sebagai rahmat dan solusi bagi umat.
Program ini juga merupakan bagian dari Dakwah Pedalaman yang diinisiasi oleh Mohammad Natsir sejak tahun 1967. Hingga kini, semangat tersebut terus dilanjutkan oleh DDII dan STID Mohammad Natsir sebagai ikhtiar menghadirkan dakwah ke wilayah-wilayah yang jauh, tertinggal, dan kerap luput dari perhatian.
Bagi mahasiswa STID Mohammad Natsir, Kafilah Dakwah merupakan tahapan penting dalam proses kaderisasi. Di sinilah mereka ditempa untuk memahami realitas umat, menguatkan keistiqamahan, serta mempraktikkan dakwah sebagai amanah, bukan sekadar aktivitas musiman.
Melalui Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir 2026, DDII berharap cahaya Islam terus menyala hingga ke pelosok negeri, khususnya di bulan Ramadan yang sarat dengan nilai tarbiyah dan perubahan. Dakwah yang dijalankan dengan komitmen, keseriusan, dan kebersamaan diyakini mampu melahirkan perubahan yang hakiki di tengah masyarakat.
DDII mengajak kaum muslimin untuk turut mendukung dan membersamai program ini agar para da’i muda dapat menjalankan amanah dakwah dengan optimal di bulan suci Ramadan.
***
Dukungan dapat disalurkan melalui:
https://laznasdewandakwah.or.id/kafilah-dakwah/3518
Rekening Donasi:
Bank Syariah Indonesia
7054267988
a.n. Kafilah Dakwah
Informasi & Konfirmasi:
0812 8555 2082
