Kunjungan Balasan Dewan Dakwah ke Markaz Tadarus Indonesia (MTI), Matangkan Kerjasama Penguatan Dakwah Al-Qur’an

by dewandakwah

Foto bersama Pengurus Dewan Dakwah dan Pengurus Markaz Tadarus Al-Qur’an

Jakarta – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) melakukan kunjungan balasan ke Markaz Tadarus Indonesia (MTI) dalam rangka mempererat ukhuwah sekaligus melanjutkan penjajakan kerja sama penguatan dakwah berbasis Al-Qur’an. Sebelumnya, Majelis Tadarus Indonesia (MTI) telah terlebih dahulu melakukan kunjungan ke kantor Dewan Dakwah pada awal Desember lalu.

Pertemuan yang digelar Jumat (2/1/2026) ini dihadiri jajaran pimpinan Dewan Dakwah dan Markaz Tadarus Indonesia. Dari Dewan Dakwah hadir, Ust. Arief Abdurrahman Fadli, Lc., M.S.I, Ketua Bidang Luar Negeri Dewan Dakwah, Dr. Agusman, M.E, Ketua Bidang Bina MPK (Masjid, Pesantren dan Kampus) dan Ust. Heri Syahmuda Sitorus, M.Sos (Sekretaris Bidang MPK). Sementara perwakilan dari Markaz Tadarus Indonesia hadir Dr. Rahmat Hidayat Lubis, Lc., MA, Pembina Markaz Tadarus Indonesia, Ust. Amin Husein, S.Pd.I., M.Ag, Penasehat MTI serta Ust. Agus Mujib, Lc., MA, Ketua MTI.

Dalam pertemuan tersebut, Markaz Tadarus Indonesia (MTI) menyampaikan, bahwa lembaganya merupakan perpanjangan dakwah Yayasan An-Naba Al-Azhim di Makkah yang berfokus pada penyebaran nilai-nilai Al-Qur’an. Lembaga ini didirikan untuk mengembalikan umat Islam kepada Al-Qur’an, tidak hanya dalam bacaan dan hafalan, tetapi juga dalam pemahaman dan pengamalan.

“Salah satu program utama MTI adalah Tadarus Al-Qur’an dengan Metode 5T, yaitu tahmid, tilawah, tafsir, tadabbur, dan tazkiyah.” Jelas Dr. Rahmat Lubis

Metode ini ditawarkan sebagai pendekatan komprehensif dalam pembinaan keislaman berbasis Al-Qur’an.

MTI juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pelatihan Metode 5T kepada para guru dan dai di lingkungan DDII.

“Saat ini MTI telah bermitra dengan lebih dari 35 lembaga di berbagai daerah di Indonesia.” Imbuhnya

Salah satu program unggulan yang juga ditawarkan adalah Daurah Metode 5T di Makkah selama lima hari.

“Melalui program ini, Dewan Dakwah dapat mengirimkan dai-dai yang kompeten untuk mengikuti pelatihan langsung di pusat dakwah Yayasan An-Naba Al-Azhim. Seluruh teknis dan koordinasi program kerja sama tersebut akan dikelola oleh MTI sebagai perwakilan resmi Yayasan An-Naba di Indonesia.” Jelasnya

Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana kedatangan Syaikh Ihsan bin Ali Abu Al Khair dari Jam’iyyah Al Burhan, Saudi Arabia, yang direncanakan pada 8/9 Januari 2026.

Dewan Dakwah menyampaikan apresiasi atas berbagai program MTI yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan umat.

“Kami sangat mengapresiasi program Markaz Tadarus Indonesia, kerjasama ini menjadi langkah strategis dalam penguatan dakwah berbasis Al Qur’an.” Jelas Dr. Agusman

Pertemuan ditutup dengan foto bersama dan pertukaran cinderamata sebagai simbol penguatan kerja sama kedua lembaga.

Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir

You may also like

Leave a Comment