DI HARI IDUL FITRI, DAI DDII MENYALA DI SELURUH PELOSOK NEGERI

by dewandakwah

Setiap tahunnya, gema takbir berkumandang di seluruh penjuru negeri, menandai datangnya Hari Raya Idul Fitri. Namun, di balik kemeriahan itu, ada sosok-sosok yang berperan sebagai penerang umat, menyampaikan pesan-pesan keislaman di berbagai sudut Nusantara. Mereka adalah para dai dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), yang mengemban amanah dakwah hingga ke pelosok negeri.

DewanDakwah.id, Jakarta– Pada Idul Fitri 1446 H, para dai DDII kembali turun ke berbagai daerah untuk menyampaikan khutbah di masjid-masjid, lapangan, dan bahkan daerah terpencil. Jadwal khutbah yang mereka jalankan bukan sekadar rutinitas, melainkan bukti nyata bagaimana peran dakwah tetap hidup dan meresap dalam kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Menjangkau Pelosok, Menguatkan Umat

Dari Sumatera hingga Papua, para dai DDII mengemban misi dakwah yang menghubungkan umat dengan nilai-nilai Islam. Di Prabumulih, Sumatera Selatan, Ustaz M. Burhanuddin Amrullah mengangkat tema “Kemenangan Hakiki & Luka Saudara Kita di Palestina”, mengingatkan jamaah akan solidaritas dan perjuangan umat Islam di belahan dunia lain. Sementara itu, di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Ustaz Sulikan Sariyun, Lc, mengajak kaum muda untuk menjadi generasi tangguh dengan aqidah yang kokoh dan karakter mulia.

Di wilayah yang menjadi sorotan nasional, seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), dai DDII juga hadir. Ustaz Sudjaelan Thoyyib, S.Ag, MM, menyampaikan khutbah di halaman Masjid Al-Kautsar, Desa Sukomulyo, Kec. Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kehadiran dai di wilayah pembangunan ibu kota baru ini menandakan bahwa dakwah tetap tumbuh seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban.

Dakwah di Tengah Keberagaman

Para dai DDII juga berdakwah di daerah kepulauan dan pesisir. Di Pulau Sepangkur Besar, Desa Sabunten, Kec. Sapeken, Sumenep, Jawa Timur, Ustaz Muhammad Ramli, MH, menjadi khatib di tengah masyarakat kepulauan yang membutuhkan sentuhan dakwah langsung. Begitu pula di Meranti, Riau, Ustaz Taslim Prawira menyampaikan pesan Islam di Masjid Mujahidin, meneguhkan keimanan masyarakat di kawasan pesisir.

Keberagaman juga tampak dalam tema khutbah yang diangkat. Ada yang menyoroti nilai-nilai spiritual, seperti “Renungan Suci di Hari yang Fitri” oleh Ustaz Muhammad Machzun di Jawa Tengah, serta “Ciri-Ciri Orang yang Diterima Puasanya” oleh Ustaz Sudjaelan Thoyyib di Kalimantan Timur.

Di Jakarta, Ketua Umum DDII, Dr. Adian Husaini berkhotbah di Jakarta Islamic Center (JIC). Di hadapan sekitar 10 ribu jamaah, Ketum DDII mengajak umat dan para pemimpin bangsa untuk serius menjadikan taqwa sebagai indikator terpenting kemajuan diri dan bangsa.

Dai di Tengah Masyarakat, Dakwah yang Berkelanjutan

Khutbah Idul Fitri bukan sekadar orasi keagamaan satu kali dalam setahun. Bagi para dai DDII, ini adalah bagian dari rangkaian dakwah yang terus-menerus dilakukan, baik melalui pengajian rutin, pendampingan masyarakat, hingga pendidikan Islam bagi generasi muda. Mereka bukan hanya hadir di hari raya, tetapi juga dalam keseharian umat, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang mereka layani.

Dalam dunia yang terus berubah, peran dai tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keislaman umat. Dengan kehadiran mereka di berbagai pelosok negeri, Islam terus menjadi rahmat bagi seluruh alam. Para dai DDII telah membuktikan bahwa dakwah tidak mengenal batas geografis. Mereka bergerak, menyampaikan pesan-pesan Ilahi, menerangi jalan umat dengan ilmu dan hikmah.

Idul Fitri ini bukan hanya momentum kemenangan setelah Ramadhan, tetapi juga peneguhan kembali komitmen dakwah. Dan para dai DDII, dengan segala perjuangannya, adalah penjaga bara semangat keislaman di tengah umat. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

You may also like

Leave a Comment