Pesan Idul Fitri Ketua DDII: Menjaga Nilai Taqwa Pasca Ramadan

by dewandakwah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat luar biasa kepada kita sehingga kita dapat menyelesaikan ibadah di bulan Ramadan. Semoga segala amal ibadah yang telah kita lakukan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjadi bekal bagi kehidupan kita ke depan.

Yang lebih penting dari sekadar menunaikan ibadah Ramadan adalah bagaimana kita menjaga nilai-nilai ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari. Taqwa harus menjadi tolok ukur utama dalam menilai sesuatu. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Dalam kehidupan ini, manusia yang paling mulia adalah mereka yang paling taat kepada Allah, yang takut untuk melanggar larangan-Nya, serta selalu berusaha menjalankan perintah-Nya dengan penuh keikhlasan dan ketundukan. Oleh karena itu, setelah Ramadan berlalu, kita harus tetap istiqamah dalam memegang nilai-nilai ketaqwaan ini.

Sebagai keluarga besar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, kita diberikan keteladanan luar biasa oleh para tokoh pendiri Dewan Dakwah. Mereka adalah para pejuang yang ikhlas dalam mengemban misi dakwah dengan penuh ketaqwaan. Kita yakin bahwa negeri ini akan menjadi mulia dan penuh keberkahan apabila para pemimpin dan masyarakatnya beriman serta bertaqwa kepada Allah.

Allah berfirman:

“Jika penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)

Tidak ada hal yang lebih penting dan lebih tinggi nilainya daripada taqwa. Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai ketaqwaan, karena ketaqwaan itulah yang menjadikan seseorang benar-benar mulia di sisi Allah. Demikian pula, lembaga terbaik adalah lembaga yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mengajak kepada jalan Allah:

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’.” (QS. Fussilat: 33)

Maka, tugas utama kita adalah terus berdakwah, mengajak manusia kepada kebaikan, dan menanamkan nilai-nilai ketaqwaan dalam kehidupan. Kita bersyukur telah diberikan kesempatan untuk beribadah di bulan Ramadan, dan kita memohon kepada Allah agar mempertemukan kita kembali dengan Ramadan tahun depan dalam keadaan iman yang lebih kuat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

You may also like

Leave a Comment